Jay Idzes Cedera Otot Paha dan Terancam Absen di FIFA ASEAN Cup 2026
Kabar kurang menggembirakan datang dari Timnas Indonesia menjelang FIFA ASEAN Cup 2026. Bek sekaligus kapten skuad Garuda, Jay Idzes, mengalami cedera otot paha ketika memperkuat Sassuolo dalam pertandingan Serie A melawan Juventus. Kondisi tersebut membuat peluangnya membela Indonesia pada turnamen regional akhir September menjadi tanda tanya besar.
Cedera Jay Idzes tentu menjadi perhatian karena perannya cukup penting di jantung pertahanan Indonesia. Selain memiliki pengalaman bermain di Italia, pemain berusia 26 tahun tersebut juga menjadi salah satu figur pemimpin dalam skuad Garuda. Dengan waktu menuju FIFA ASEAN Cup yang semakin dekat, proses pemulihannya kini menjadi hal yang terus dipantau.
Jay Idzes Cedera saat Sassuolo Hadapi Juventus
Cedera tersebut dialami Jay Idzes ketika Sassuolo menghadapi Juventus di Mapei Stadium dalam lanjutan Serie A 2026/2027. Ia dipercaya tampil sebagai starter dan membantu Sassuolo meraih kemenangan dramatis 3-2.
Namun, Idzes tidak dapat menyelesaikan pertandingan. Ia harus meninggalkan lapangan pada sekitar menit ke-81 setelah mengalami masalah pada kaki kirinya. Duje Caleta-Car kemudian masuk menggantikannya untuk menyelesaikan pertandingan.
Situasi tersebut langsung menimbulkan kekhawatiran, terlebih FIFA ASEAN Cup 2026 sudah berada di depan mata. Pemeriksaan lanjutan kemudian dilakukan Sassuolo untuk mengetahui tingkat cedera sang pemain.
Pemeriksaan Menunjukkan Masalah pada Quadriceps Paha Kiri
Setelah pertandingan, Sassuolo melakukan pemeriksaan medis terhadap kondisi Jay Idzes. Hasilnya menunjukkan adanya robekan tingkat sedang pada otot quadriceps paha kirinya.
Cedera quadriceps membutuhkan penanganan hati-hati karena kelompok otot tersebut memiliki peran besar dalam berbagai gerakan pemain sepak bola, mulai dari berlari hingga menendang bola. Memaksakan pemain kembali terlalu cepat dapat mengganggu proses pemulihan.
Idzes pun sudah memulai program rehabilitasi bersama Sassuolo. Klub belum memberikan kepastian resmi mengenai berapa lama sang bek harus menepi, sehingga perkembangan kondisinya masih harus terus dipantau.
Masa Pemulihan Jadi Perhatian Jelang FIFA ASEAN Cup
Persoalan terbesar bagi Timnas Indonesia adalah waktu. FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung tidak lama setelah cedera yang dialami Idzes, sehingga peluang sang kapten untuk pulih tepat waktu menjadi semakin kecil.
Sejumlah laporan memberikan estimasi berbeda mengenai masa pemulihannya. Ada yang memperkirakan sekitar satu bulan, sementara laporan lainnya menyebut kemungkinan enam hingga delapan pekan. Sassuolo sendiri belum mengumumkan secara resmi tanggal kembalinya Idzes.
Karena itu, status Idzes lebih tepat disebut sangat diragukan untuk FIFA ASEAN Cup 2026 sampai terdapat kepastian dari klub atau Timnas Indonesia. Kondisi fisiknya tentu akan menjadi pertimbangan utama sebelum keputusan mengenai keterlibatannya diambil.
Timnas Indonesia Berpotensi Kehilangan Pemimpin Pertahanan
Potensi absennya Jay Idzes menjadi tantangan bagi Timnas Indonesia. Ia bukan hanya berperan sebagai bek tengah, tetapi juga memiliki pengalaman menghadapi pemain-pemain berkualitas tinggi melalui kompetisi Serie A.
Kemampuan membaca permainan, melakukan duel, dan mengorganisasi lini pertahanan membuat kehadirannya memberikan nilai penting bagi skuad Garuda. Apalagi FIFA ASEAN Cup 2026 akan mempertemukan Indonesia dengan sejumlah rival regional yang sudah sangat mengenal karakter permainan Garuda.
Indonesia berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Pertandingan pertama dijadwalkan menghadapi Singapura pada 25 September 2026.
John Herdman Perlu Menyiapkan Alternatif di Lini Belakang
Situasi Jay Idzes membuat pelatih Timnas Indonesia John Herdman perlu memperhitungkan alternatif di sektor pertahanan. Persiapan skuad FIFA ASEAN Cup memang sedang memasuki tahap akhir, sehingga kondisi pemain yang mengalami cedera menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan komposisi tim.
Absennya satu pemain tidak selalu berarti struktur permainan harus berubah secara keseluruhan. Namun, ketika pemain tersebut memiliki peran kepemimpinan seperti Idzes, tim pelatih perlu memastikan komunikasi dan koordinasi antarpemain belakang tetap berjalan dengan baik.
Situasi ini sekaligus dapat membuka kesempatan bagi bek lain untuk mendapatkan tanggung jawab lebih besar. Kedalaman skuad akan diuji, terutama ketika Indonesia menghadapi jadwal turnamen yang relatif singkat dan membutuhkan kondisi pemain tetap prima.
Sassuolo Juga Kehilangan Salah Satu Pilar Pertahanan
Dampak cedera Jay Idzes tidak hanya dirasakan Timnas Indonesia. Sassuolo juga harus kehilangan salah satu pemain pentingnya di sektor belakang. Idzes telah menjadi bagian reguler pertahanan klub Italia tersebut sejak bergabung dari Venezia pada 2025.
Ia dipastikan tidak dapat memperkuat Sassuolo pada pertandingan terdekat melawan Monza. Fokus utama sekarang adalah menjalani rehabilitasi agar kondisi ototnya dapat kembali pulih secara optimal sebelum kembali ke lapangan.
Bagi Idzes, pemulihan penuh tentu lebih penting dibandingkan mempercepat proses comeback. Jadwal kompetisi yang panjang membuat kondisi fisik harus dikelola dengan hati-hati agar masalah serupa tidak kembali terjadi setelah ia bermain.
Kesimpulan
Cedera Jay Idzes menjadi kabar yang tidak diharapkan Timnas Indonesia menjelang FIFA ASEAN Cup 2026. Bek Sassuolo tersebut mengalami robekan tingkat sedang pada otot quadriceps paha kiri setelah tampil dalam kemenangan 3-2 atas Juventus dan kini sudah menjalani program rehabilitasi.
Belum adanya kepastian resmi mengenai waktu pemulihan membuat status Idzes untuk FIFA ASEAN Cup masih harus ditunggu. Namun, dengan turnamen yang segera berlangsung dan estimasi pemulihan yang diberitakan mencapai beberapa pekan, peluangnya untuk tampil jelas menghadapi kendala besar.
Timnas Indonesia kini perlu mempersiapkan berbagai skenario di lini belakang apabila sang kapten belum dapat kembali tepat waktu. Sementara bagi Jay Idzes, menyelesaikan rehabilitasi hingga benar-benar pulih menjadi prioritas agar ia dapat kembali memperkuat Sassuolo maupun skuad Garuda dalam kondisi terbaik.




