AC Milan Dominan Tanpa Gol, Benfica Justru Menang 2 0 di San Siro
AC Milan mengawali perjalanan mereka di Liga Europa 2026/2027 dengan hasil mengecewakan. Bermain di hadapan pendukung sendiri di San Siro pada 16 September 2026, Rossoneri harus menerima kekalahan 0-2 dari Benfica. Dodi Lukebakio dan Jakub Kaminski menjadi pencetak gol yang memastikan klub Portugal tersebut membawa pulang tiga poin.
Milan sebenarnya mampu menguasai permainan dalam periode yang cukup panjang. Mereka mencatat penguasaan bola lebih tinggi dan melepaskan lebih banyak tembakan, tetapi dominasi tersebut tidak menghasilkan satu pun gol. Sebaliknya, Benfica bermain efektif dalam memanfaatkan peluang sekaligus disiplin ketika menghadapi tekanan tuan rumah.
Benfica Kejutkan San Siro Sejak Menit Awal
AC Milan mencoba mengambil inisiatif sejak pertandingan dimulai. Namun, Benfica menunjukkan bahwa mereka tidak datang ke San Siro hanya untuk bertahan. Tim asuhan Marco Silva berani memainkan bola sekaligus mencari ruang ketika Milan kehilangan penguasaan.
Hasilnya terlihat pada menit ke-16. Jakub Kaminski memberikan bola kepada Dodi Lukebakio yang bergerak dari sisi kiri. Pemain asal Belgia tersebut kemudian melepaskan tembakan kaki kiri yang tidak mampu dihentikan Mike Maignan. Benfica pun unggul 1-0.
Benfica bahkan hampir menambah keunggulan pada babak pertama. Heorhiy Sudakov mendapatkan kesempatan pada menit ke-24, tetapi tembakannya membentur tiang gawang Milan.
Milan Kesulitan Mengubah Dominasi Menjadi Gol
Setelah tertinggal, Milan berusaha meningkatkan intensitas serangan. Rossoneri mendapatkan lebih banyak penguasaan bola, tetapi mereka mengalami kesulitan ketika memasuki area berbahaya Benfica.
Secara statistik, Milan menguasai sekitar 60 persen penguasaan bola dan menghasilkan 17 percobaan, sedangkan Benfica mencatat 11 tembakan. Namun, angka tersebut tidak memberikan hasil yang dibutuhkan karena Milan gagal mencetak gol.
Masalah utama tuan rumah berada pada efektivitas serangan. Penguasaan bola dan tekanan tidak selalu diikuti umpan terakhir atau penyelesaian yang mampu membongkar pertahanan Benfica. Kondisi tersebut membuat dominasi Milan lebih banyak menghasilkan tekanan daripada perubahan pada papan skor.
Ruben Amorim Lakukan Perubahan Selepas Jeda
Melihat permainan timnya pada babak pertama, Ruben Amorim mencoba melakukan perubahan. Christian Pulisic dan Mario Gila dimasukkan pada awal babak kedua untuk memberikan energi baru dan meningkatkan kualitas permainan Milan.
Perubahan tersebut sempat membuat Rossoneri terlihat lebih agresif. Milan mencoba menaikkan tempo dan mendorong lebih banyak pemain menuju area pertahanan Benfica.
Namun, Amorim mengakui bahwa timnya tidak benar-benar berada dalam permainan pada babak pertama. Pelatih Milan tersebut juga membuka kemungkinan untuk melakukan penyesuaian terhadap pendekatan taktiknya setelah kekalahan ini.
Jakub Kaminski Gandakan Keunggulan Benfica
Ketika Milan berusaha membangun momentum pada awal babak kedua, Benfica justru kembali memberikan pukulan. Jakub Kaminski mencetak gol kedua tim tamu pada menit ke-53.
Serangan Benfica berkembang dari sisi kiri sebelum Souffian El Karouani mengirimkan bola ke area penalti. Kaminski yang tetap berada di posisi berbahaya kemudian menyelesaikan peluang tersebut dengan tembakan keras untuk membawa Benfica unggul 2-0.
Gol tersebut terasa semakin menyakitkan bagi Milan karena datang ketika mereka sedang mencoba meningkatkan tekanan. Bagi Kaminski, kontribusinya juga sangat besar karena selain mencetak gol kedua, ia sebelumnya memberikan assist untuk gol pembuka Lukebakio.
Trubin Gagalkan Upaya Kebangkitan AC Milan
Dalam kondisi tertinggal dua gol, Milan tidak berhenti menyerang. Masuknya Pulisic dan sejumlah pemain lainnya membuat tuan rumah mulai mendapatkan peluang lebih berbahaya.
Goncalo Ramos mendapatkan kesempatan setelah menerima umpan Pulisic, tetapi Anatoliy Trubin mampu membaca situasi dan mengamankan bola. Pulisic juga memperoleh peluang menembak, tetapi kembali dihentikan penjaga gawang Benfica.
Trubin menjadi salah satu figur penting di balik keberhasilan Benfica mempertahankan clean sheet. Ia mencatat empat penyelamatan, termasuk dua penyelamatan dari peluang besar Milan. Performa tersebut membantu Benfica bertahan ketika Rossoneri meningkatkan tekanan pada babak kedua.
Benfica Catat Kemenangan Bersejarah atas Milan
Kemenangan di San Siro mempunyai arti khusus bagi Benfica. Sebelum pertandingan ini, klub Portugal tersebut belum pernah mengalahkan AC Milan dalam pertemuan kompetitif. Milan memiliki catatan empat kemenangan dan dua hasil imbang dari enam pertemuan sebelumnya.
Catatan tersebut akhirnya terputus lewat kemenangan 2-0. Benfica bukan hanya memperoleh tiga poin pada laga pertama fase liga Liga Europa, tetapi juga mencatat kemenangan kompetitif pertama mereka atas Rossoneri.
Sebaliknya, Milan harus segera melakukan evaluasi. Dominasi penguasaan bola tidak akan banyak berarti apabila tidak dibarengi ketajaman di depan gawang dan kemampuan mengantisipasi serangan lawan dengan lebih baik.
Kesimpulan
AC Milan harus menerima kenyataan pahit pada pertandingan pertama Liga Europa 2026/2027. Bermain di San Siro, Rossoneri dikalahkan Benfica 0-2 melalui gol Dodi Lukebakio pada menit ke-16 dan Jakub Kaminski pada menit ke-53.
Milan memiliki penguasaan bola lebih banyak dan menghasilkan sejumlah peluang, tetapi efektivitas menjadi pembeda utama. Benfica tampil lebih klinis ketika mendapatkan kesempatan dan mampu menjaga keunggulan berkat pertahanan disiplin serta penampilan solid Trubin.
Bagi Benfica, hasil ini menjadi awal positif sekaligus kemenangan bersejarah atas Milan. Sementara bagi Ruben Amorim dan Rossoneri, kekalahan di kandang menjadi bahan evaluasi penting sebelum menjalani pertandingan berikutnya di tengah tuntutan untuk segera menemukan konsistensi.




